Tembilahan — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membuka akses sumber air di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.
Upaya tersebut kembali ditinjau langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Inhil, Yuliantini, S.Sos., M.Si., Minggu (6/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan sumber air yang sebelumnya direncanakan dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni normalisasi parit menggunakan alat berat excavator sepanjang sekitar 600 meter. Pengerjaan ini diarahkan untuk membuka dan memperlancar akses menuju sumber air yang dapat dimanfaatkan tim saat melakukan pemadaman karhutla.
“Alhamdulillah, sesuai dengan planning kita kemarin untuk mencari sumber air dalam penanganan karhutla, hari ini sudah ada excavator. Kita lakukan dengan membuat atau menormalisasi parit kurang lebih 600 meter,” ujar Yuliantini saat meninjau lokasi.
Menurut Yuliantini, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung respons cepat petugas ketika terjadi kebakaran lahan. Karena itu, normalisasi parit diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi tim untuk memperoleh air di sekitar lokasi rawan karhutla.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini memberikan hasil yang baik. Dan tentunya kita juga berharap Allah menurunkan hujan,” katanya.
Selain memastikan pengerjaan berlangsung, Yuliantini turut mengecek kondisi serta kesiapan personel yang masih berjibaku di lapangan. Ia mengapresiasi kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kabupaten Inhil.
Apresiasi tersebut disampaikan kepada TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, relawan, tenaga kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta berbagai unsur lainnya yang terus melakukan penanganan di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang sampai hari ini masih terus bekerja dan berjuang menangani karhutla. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama ini memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Yuliantini juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang turut memberikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Di sisi lain, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Yuliantini menegaskan, pencegahan harus menjadi bagian utama dalam menghadapi ancaman karhutla karena dampaknya tidak hanya menyentuh lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebakaran lahan ini merugikan kita semua. Lingkungan terdampak, kesehatan terdampak, ekonomi juga terdampak,” tegasnya.
Pemkab Inhil berharap sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, masyarakat dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat, terutama dalam mencegah munculnya titik api baru selama kondisi kemarau.

