Taput. Kabarinvestigasi. Co. Id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Pelatihan Practical Leadership and Managerial Skill bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, serta para Camat se-Kabupaten Tapanuli Utara yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan strategis ini dirancang untuk membekali para pimpinan perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) manajerial dengan kepemimpinan berkarakter, keterampilan manajemen praktis, serta komunikasi organisasi yang efektif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tapanuli Utara, Jenri Simanjuntak, melaporkan bahwa pelatihan yang didanai melalui anggaran BKPSDM Taput ini ditujukan untuk memantapkan kemampuan kepemimpinan, manajemen, dan komunikasi seluruh pejabat manajerial di lingkungan Pemkab Taput.
Dalam bimbingan dan arahan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si., ditekankan pentingnya pejabat yang berintegritas.
”Jadilah pemimpin yang berkarakter—yang mampu menjadi pengayom, tempat berdiskusi, dan pemberi solusi bagi anggota tim. Pejabat eselon II dan eselon III selaku pengambil keputusan harus berani mengambil langkah tepat, tidak ragu-ragu dalam mengambil kebijakan, serta tidak melarikan diri dari tanggung jawab (‘buang badan’) saat menghadapi persoalan pekerjaan,” tegas Sekda Henry M. M. Sitompul saat membuka pelatihan secara resmi.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Johnson Alvonco Hutauruk, Ph.D., M.Th., praktisi dan pakar kepemimpinan dari Johnson Ministry / STT Trinity, dengan tema “Practical Leadership & Managerial Skill: From Insight to Action for a Better Future”. Dalam pemaparannya, peserta dibekali penguasaan lima kecerdasan pimpinan (IQ, EQ, AQ, PQ, SQ), lima peran kunci pemimpin (Coach, Trainer, Motivator, Konselor, Spiritual Companion), penerapan kerangka kerja POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), serta teknik Problem Solving & Decision Making berbasis data.
Penyelenggaraan pelatihan ini diarahkan secara langsung untuk mengakselerasi berbagai indikator utama pembangunan daerah, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), percepatan penanganan kemiskinan, peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi, hingga optimalisasi pelayanan publik.(fs)

