Tembilahan.kabarinvestigasi.co.id Memprihatinkan! Rumah Guru Ngaji di Jalan Harapan Ujung Tembilahan Sempit, 40 Anak Mengaji Bergantian di Ruang Terbatas di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Diterbitkan Senin 05/10/2026
Di tengah semangat mencerdaskan generasi Qur’ani, tersimpan kisah perjuangan seorang guru ngaji di Jalan Harapan Ujung, Tembilahan, yang harus menjalankan kegiatan belajar mengaji dalam kondisi rumah yang serba terbatas dan memprihatinkan.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Fitriadi melalui Onlen kepada awak media sebagai bentuk kepedulian agar menjadi perhatian pemerintah dan para dermawan.
Guru ngaji tersebut adalah Ibu Sartiani. Dengan keikhlasan yang luar biasa, beliau sebelumnya mengajar sekitar 40 murid anak-anak di lingkungan sekitar.
Namun, keterbatasan ruang di rumah membuat kegiatan belajar tidak dapat dilakukan sekaligus. Para murid terpaksa dibagi menjadi beberapa jadwal atau shift agar proses mengaji tetap bisa berlangsung.
Berdasarkan kondisi yang terlihat, bangunan tempat kegiatan mengaji masih sangat sederhana. Ruang yang tersedia juga terbatas sehingga kurang memadai untuk menampung puluhan anak yang memiliki semangat tinggi untuk belajar ilmu agama.
Padahal, di tangan Ibu Sartiani inilah, puluhan anak di Jalan Harapan Ujung ditempa akhlak, belajar membaca Al-Qur’an, dan mengenal ilmu agama sejak dini.
Fitriadi berharap, kondisi ini dapat menjadi perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Kementerian Agama, Baznas, serta para donatur dan dermawan untuk dapat memberikan bantuan, baik berupa pembangunan TPQ / Rumah Tahfiz yang layak, maupun bantuan sarana dan prasarana mengaji.
Jangan sampai semangat 40 anak untuk menjadi generasi Qur’ani pupus hanya karena keterbatasan ruang.
Semoga ada uluran tangan untuk Rumah Qur’an Ibu Sartiani di Jalan Harapan Ujung, Tembilahan.
Bagi masyarakat yang ingin membantu bisa langsung datang ke Jalan Harapan Ujung, Tembilahan, Kediaman Ibu Sartiani – Guru Ngaji.,” Ujarnya (Arpan)

