Kualatungkal.kabarinvestigasi.co.id Alhamdulilah Akhirnya Selamat! Nelayan Kuala Tungkal Hairullah (23) yang Hilang 2 Hari di Laut Ditemukan Selamat! Kecamatan Tungkal IIir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Minggu 27/09/2026
Setelah sempat membuat keluarga cemas dan memicu operasi pencarian besar-besaran, nelayan asal Tanah Merah Ia Berakat mencari Udang dari Kuala Tungkal
yang hilang di laut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Korban diketahui bernama Hairullah (23), nelayan asal batam lestari Blok 1. Dusun Sungai Pnang, Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah,Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Hairullah akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada 27 September 2026 sekitar Pukul 13.00 WIB, setelah terombang-ambing di laut selama lebih dari 2 hari.
Kronologisnya, Hairullah sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di sekitar perairan Sungai Hujan, Provinsi Riau. Ia diketahui berangkat dari Kuala Tungkal pada Jumat 25 September 2026 sekira pukul 01.00 WIB dini hari menuju perairan Kuala Kerang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, untuk mencari udang jenis Pepai.
Namun di tengah perjalanan, perahu pompong yang digunakannya mengalami kerusakan mesin, hingga membuatnya hilang kontak dan terombang-ambing di perairan.
Laporan hilangnya Hairullah langsung direspon cepat oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Marnit Kuala Tungkal, Satpolairud Polres Tanjab Barat, Basarnas Kuala Tungkal dan BPBD Tanjab Barat. Tim gabungan melakukan penyisiran di titik koordinat 0°46’43” S 103°30’55” E dan 0°42’19” S 103°31’30” E.
Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Korban ditemukan selamat, meski dalam kondisi lelah.
“Alhamdulillah, korban Hairullah ditemukan selamat. Terima kasih untuk doa masyarakat dan kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Kini korban telah dievakuasi dan dipertemukan kembali dengan keluarga di Parit 5 Kampung Nelayan Kuala Tungkal dalam keadaan selamat.
Pihak Satpolairud mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memastikan kondisi perahu dan mesin dalam keadaan prima sebelum melaut, serta membawa alat keselamatan dan komunikasi.” Ujarnya Mamang As (Arpan)

