Batam .Kabarimvestigasi co.id Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Kota Batam gagal dikejar target. Sesuai rencana awal, seluruh 40 koperasi ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2026.
Namun berdasarkan informasi di lapangan, diduga baru 18 koperasi yang sudah siap. Selebihnya 22 titik masih dalam tahap pembangunan dengan sebagian terkendala masalah lahan yang belum clear.
Yang menjadi pertanyaan warga, di sejumlah titik proyek tidak ditemukan papan informasi proyek. Padahal transparansi anggaran dan penanggung jawab merupakan kewajiban setiap proyek yang menggunakan dana negara.
“Ini proyek uang rakyat. Masa nggak ada papan plangnya sama sekali. Masyarakat jadi bertanya-tanya ini proyek siapa,” ujar salah seorang warga, Rabu (11/9/2026).
Diketahui, proyek KMP di Batam berada dalam pengawasan Kodim 0316/Batam dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam.
Selain kendala lahan dan keterlambatan, warga juga menyoroti persoalan keterlambatan pembayaran upah pekerja. Menurut informasi dari masyarakat, sejumlah tukang mengaku gajinya belum dibayar, sehingga sebagian pekerja memilih berhenti sampai ada kejelasan.
Tragisnya, beredar informasi salah satu pemborong yang juga penanggung jawab proyek bernama Heri meninggal dunia di RS Awal Bros Batam. Almarhum diduga mengalami pecah pembuluh darah karena memikirkan tunggakan gaji anggotanya.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat meminta kepada Pemerintah Pusat agar proyek KMP di Batam benar-benar diawasi secara ketat. Warga inisial (R) juga meminta kepada DPR RI untuk menindaklanjuti proyek tersebut agar tidak menimbulkan kerugian negara dan keresahan di masyarakat.
Warga inisial (R)berharap persoalan ini segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Batam bersama pihak pengawas, agar tidak menimbulkan rasa tidak percaya kepada pemerintah dan institusi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kodim 0316/Batam, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, maupun pihak terkait lainnya. (Timimvestigasi)

