Tanahmerah.kabarinvestigasi.co.id Ketua MUI Tanah Merah Desak Evaluasi Hotel Terkait Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau
Selasa, 30/06/2026
Kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur di salah satu hotel wilayah Kuala Enok, terus jadi sorotan publik. Setelah disuarakan tokoh adat, kini Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Kecamatan Tanah Merah, M. Arsyad Rasyidin,S.Pd menyampaikan keprihatinan mendalam.
Tindakan Bertentangan dengan Agama, Adat, dan Kemanusiaan
Ketua MUI menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti secara hukum, maka perbuatan itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam, norma adat Melayu, nilai kemanusiaan, serta mencederai rasa keadilan.
“Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa anak tersebut. Kami mengajak seluruh masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum, sekaligus memberi dukungan moril kepada korban dan keluarganya agar tetap kuat,” kata M. Arsyad Rasyidin.
Ia juga mengimbau masyarakat menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun identitas korban. Korban anak di bawah umur haknya wajib dilindungi sesuai UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Perlindungan Anak Tanggung Jawab Bersama
Menurutnya, perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif. Melibatkan keluarga, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, hingga seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap proses hukum berjalan profesional, objektif, transparan, dan tuntas. Siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum, tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Desak Evaluasi Operasional Hotel
Selain mendukung penegakan hukum, Ketua MUI mendorong Pemda dan instansi berwenang mengevaluasi operasional hotel yang menjadi lokasi kejadian.
“Demi menjaga ketertiban dan rasa aman, serta menghindari gangguan proses penyidikan, operasional hotel sebaiknya dihentikan atau ditutup sementara hingga proses hukum selesai,” ujarnya.
Ia meminta dinas perizinan dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas usaha, kepatuhan operasional, dan aspek keamanan hotel sesuai peraturan.
“Jika lokasi itu memang jadi objek penyelidikan, evaluasi perlu dilakukan. Bila perlu, hentikan sementara sampai hukum tuntas. Ini penting jaga kepercayaan masyarakat dan cegah kejadian serupa,” tambahnya.
Imbauan Jaga Anak sebagai Amanah
Ketua MUI mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini pengingat untuk meningkatkan pengawasan anak, memperkuat pendidikan agama dan moral, serta membangun kepedulian sosial.
“Mari jaga anak-anak kita. Mereka amanah yang wajib kita lindungi. Semoga hukum berjalan adil, korban dapat perlindungan dan pemulihan layak, serta kejadian ini tidak terulang di Inhil,” tutupnya.
Penyidikan Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Tanah Merah masih menangani kasus tersebut. Masyarakat berharap penyidikan berjalan profesional, transparan, tuntas, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan perlindungan maksimal bagi korban.
Identitas korban dan nama hotel tidak dimuat demi perlindungan hukum. Media ini menolak menyajikan detail yang membuka aib korban anak,”Ujarnya (Pan)

