TEMBILAHAN — Kemampuan memilah informasi menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi guru, pustakawan dan pegiat literasi, Selasa (15/9/2026).
Mengusung tema “Cerdas Berinformasi, Aktif Berliterasi”, kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor DPAD Inhil tersebut diikuti 150 peserta. Bimtek dibuka oleh Bupati Inhil H. Herman yang diwakili Plt. Asisten I Setda Inhil, Drs. Afrizal.
Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti, Kepala DPAD Inhil beserta jajaran, para Bunda Literasi kecamatan se-Kabupaten Inhil serta para peserta yang berasal dari kalangan pustakawan, guru dan pegiat literasi.
Bimtek menghadirkan Hj. Katerina Susanti dan pegiat literasi Titin Triana sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026.
Dalam sambutan Bupati Inhil yang dibacakan Plt. Asisten I, disampaikan bahwa penguatan budaya literasi harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi.
Pustakawan, guru dan pegiat literasi dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga memiliki kecakapan untuk menilai kebenaran dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memperkuat struktur dan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya melalui peran strategis pustakawan, guru, dan pegiat literasi yang menjadi garda terdepan pendidikan dan pengelolaan informasi di era digital yang serba cepat dan dinamis,” ujar Afrizal saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa literasi informasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat perlu memiliki kemampuan mengenali kebutuhan informasi, mencari sumber yang tepat, mengevaluasi, mengolah hingga menyampaikan informasi secara bijak, etis dan efektif.
“Di era melimpahnya informasi (information overload) dan maraknya disinformasi atau hoaks, kemampuan ini menjadi kunci utama keselamatan berpikir masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti menilai penguatan literasi informasi harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama sekolah, keluarga dan komunitas masyarakat.
Menurutnya, guru dan pustakawan tidak hanya memiliki tugas dalam menyediakan bahan bacaan, tetapi juga berperan membantu generasi muda agar mampu menggunakan informasi secara cerdas di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Hari ini anak-anak kita sangat mudah mendapatkan informasi, tetapi tantangannya adalah bagaimana mereka mampu membedakan informasi yang benar dan yang tidak benar. Karena itu, literasi informasi menjadi sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga menjadi masyarakat yang kritis, cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Katerina.
Ia berharap para peserta Bimtek dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti di ruang pelatihan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya DPAD Inhil memperkuat ekosistem literasi daerah. Literasi diharapkan tidak lagi dipahami sebatas aktivitas membaca, tetapi berkembang menjadi kemampuan masyarakat dalam mencari, memahami, menyaring dan memanfaatkan informasi secara tepat.

