Tanahmerah.kabarinvestugasi.co.id Warga Tanah Merah Resah, Serangan Buaya Terus Terjadi “Kami Nelayan Hidup Dalam Ketakutan” Warga Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Senin 31/8/2026
Serangan buaya terhadap warga kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tanah Merah. Kejadian ini memicu keresahan luas di kalangan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup di sungai dan perairan.
Salah seorang warga sekaligus nelayan, Mardi, mengungkapkan rasa takut dan resahnya.
*”Kami pihak nelayan merasa resah. Dengan terjadi terus warga diserang buaya, sementara kehidupan kami dilautkan. Harap kami, bagaimana solusi dari pihak Pemerintah Kecamatan Tanah Merah dan Kabupaten Inhil.
Menurut Mardi, sungai dan perairan merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian warga. Namun dengan maraknya kemunculan buaya, aktivitas melaut dan mencari nafkah menjadi sangat berisiko dan membahayakan nyawa.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi nyata. Di antaranya berupa sosialisasi mitigasi konflik manusia dan buaya, pemasangan rambu peringatan daerah rawan, patroli, hingga upaya penanggulangan dan evakuasi satwa liar.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah cepat dan koordinasi dari Pemerintah Kecamatan Tanah Merah dan Pemerintah Kabupaten Inhil bersama instansi terkait seperti BKSDA Riau.
Masyarakat berharap agar tidak ada lagi korban jiwa dan aktivitas nelayan bisa kembali berjalan aman.
“Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin rasa aman saat mencari nafkah untuk keluarga,” Ucap Mardi.
Serangan buaya kembali terjadi dan meresahkan warga.
Mardi, perwakilan nelayan menyatakan:
“Kami nelayan merasa resah. Warga terus diserang buaya, sementara hidup kami di laut. Kami mohon solusi dari Pemerintah Kecamatan Tanah Merah dan Kabupaten Inhil.”
Warga meminta:
- Sosialisasi & rambu daerah rawan buaya
- Patroli dan penanganan cepat
- Koordinasi dengan BKSDA
Kami hanya ingin aman saat mencari nafkah,”Ujarnya (Arpan)

