Tarutung. Kabarinveatigasi. Co. Id. Penguatan kualitas produk, kemasan, identitas merek, dan pemasaran digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan, produk unggulan Kabupaten Tapanuli Utara diharapkan mampu berkembang, memiliki nilai tambah, serta menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan UMKM Tapanuli Utara Naik Kelas Tahun 2026 dengan tema “Branding Kuat, Digital Hebat, Produk Lokal Menuju Go Export” yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Hotel Grand Libra Beach 2, Muara, tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Selasa (3/11/2026).
Dalam sambutannya, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara memiliki sekitar 29.313 pelaku UMKM yang tersebar di 15 kecamatan. Potensi produk unggulan daerah sangat beragam, mulai dari kopi Arabika Sigarar Utang dan Kopi Lintong, ulos, kacang Sihobuk, gitar Sipoholon, sambal andaliman, kerajinan bambu, pandai besi Sitampurung, hingga kerajinan rotan. Namun, potensi tersebut masih perlu didukung penguatan branding, kualitas kemasan, pemasaran digital, legalitas usaha, serta akses permodalan agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan produk kerajinan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat. Ulos, misalnya, merupakan warisan budaya yang menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 6.339 penenun di Tapanuli Utara. Karena itu, para penenun didorong untuk berkolaborasi dengan Dekranasda dan para Local Champion melalui pelatihan serta pembinaan agar kualitas, keunikan, dan nilai jual hasil tenun semakin meningkat. Selain itu, pengembangan kerajinan rotan juga menunjukkan perkembangan positif. Dari yang awalnya hanya satu pengrajin, kini telah berkembang menjadi 20 orang penganyam yang mengikuti pelatihan dan mulai menghasilkan produk.
Sepanjang tahun 2026, Dekranasda telah mendorong pengembangan 150 produk unggulan dan memberikan pembinaan kepada sekitar 150 penenun. Pendampingan juga dilakukan melalui empat Local Champion, yakni Dame Ulos, Soho Ulos, Rumah Ulos, dan Vera Galery Ulos. Produk-produk tersebut telah diperkenalkan melalui berbagai pameran nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia, dengan capaian penjualan yang membanggakan. Produk dan karya daerah Tapanuli Utara juga mendapat kesempatan tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week dan kegiatan Wastra di tingkat nasional.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menerapkan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Materi yang diberikan mencakup penguatan branding, Business Model Canvas, desain kemasan, pemasaran digital, Google Business Profile, pembuatan konten dan video promosi, legalitas usaha, sertifikasi, pendaftaran merek, standar ekspor, hingga business pitch.
Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah Rico Poltak Tuahot Hutasoit, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Cabang Sibolga, serta Sugianto, S.T., M.Kom., dari SAE Ecademy Medan.
Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara, pengurus Dekranasda, serta para peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin siap mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk, serta membawa produk unggulan Tapanuli Utara menuju pasar nasional maupun internasional.(fs)

