Batam.kabarinvestigasi.co.id. – Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja rombongan Majelis Bekas Wakil Rakyat (Mubarak) Negeri Johor, Malaysia, yang dipimpin Datuk Haji Abdullah Bin Md. Ali. Pertemuan berlangsung di Ruang Presentasi Lantai 5, Gedung Pemerintah Kota Batam, Senin (22/9/2025).
Agenda kunjungan ini meliputi pembahasan wawasan pembangunan Batam sebagai kawasan strategis di Indonesia, diskusi peluang investasi, hingga upaya mempererat hubungan internasional antara Batam dan Johor.
Dalam sambutannya, Wali Kota Amsakar menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan ini. “Sungguh suatu kehormatan bagi kami dikunjungi senior-senior yang sangat hebat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Batam dikenal sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dengan struktur kepemimpinan yang unik. “Sebagai wali kota, saya mengurus sosial kemasyarakatan, sementara sebagai Kepala BP Batam, saya bertanggung jawab pada urusan investasi,” jelasnya.
Amsakar juga memaparkan kilas balik perkembangan Batam yang dimulai sejak tahun 1969 dengan pembangunan Pertamina di Pulau Sambu. Lebih lanjut, Amsakar menyinggung sejarah kerja sama trilateral yang dikenal sebagai Sijori (Singapura-Johor-Riau) yang lahir di era Presiden Soeharto.
Kesepakatan ini menjadi titik awal penetapan Batam sebagai free trade zone. Perjalanan Batam terus berlanjut, mulai dari penetapan kawasan industri tahun 1971 hingga pembentukan Pemerintah Kota Batam pada 1983 dan status kota otonom pada 1999.
Menurut Amsakar, pengembangan Batam didasari lima core business, yakni perdagangan, industri, pariwisata, alih kapal, dan basis logistik.
“Saat ini Batam memiliki 33 kawasan industri dan 123 galangan kapal yang mempekerjakan 60–65 persen masyarakat Batam,” ungkapnya.
Ia juga menekankan, Batam kini telah ditetapkan sebagai salah satu kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Pada 2024, Batam mencatat 1,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 3 juta kunjungan wisatawan domestik.
𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐞𝐫𝐚𝐭 𝐓𝐚𝐥𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐫𝐮𝐦𝐩𝐮𝐧
Amsakar berharap, kerja sama yang sudah terjalin erat antara Johor dan Singapura juga dapat dikembangkan bersama Batam.
“Baik Malaysia, Singapura, maupun Indonesia lahir dari rumpun yang sama. Jangan memandang negara jiran sebagai lawan, tetapi harus saling memperkuat dan mendukung satu sama lain,” katanya.
Sementara itu, Datuk Haji Abdullah Bin Md. Ali mengaku sangat terkesan dengan pesatnya perkembangan Batam. “Ini pertama kali saya ke Batam. Saya sangat teruja dengan pesatnya pembangunan di sini. Kami berterima kasih karena Bapak Wali Kota Batam mau menyambut kami dengan penuh kehangatan,” ujarnya, puas dan bangga.
Ia juga menyampaikan harapan agar pertemuan ini membawa keberkahan. “Rekan serumpun yang penuh kemesraan, mudah-mudahan pertemuan kita ini dirahmati Allah SWT,” tutup Datuk Abdullah dengan penuh harapan. (*)

