Bangkinang,kabarinvestigasi.co.id. Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Badan Narkotika Kampar (BNK) Dr. Misharti. S.Ag. M.Si membuka Parenting BNK Kampar dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 dengan tema “ Sinergi Orang Tua, Guru dan Siswa Mewujudkan Generasi Kampar Berkarakter, Berprestasi Tanpa Narkoba” di SMPN 1 Bangkinang Kelurahan Pulau Kecamatan Bangkinang, Rabu (15/7).
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Sekolah SMP Negri 1 Bangkinang Rosmita. S.Pd. M.Pd, Camat Bangkinang Kholis Febriyasmi. S.STP. M.Si, Narasumber Dr. Masyuri. S.Psi. M.Psi, seluruh Pengurus BNK dan wali murid SMP Negri 1 Bangkinang.
Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, Badan Narkotika Kampar (BNK) melaksanakan kegiatan sosialisasi bagi seluruh peserta. bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah, karena kedua institusi ini merupakan benteng utama pembentukan karakter generasi muda.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti. S.Ag. M.Si menyampaikan bahwa ancaman narkoba tidak mengenal batas usia maupun status sosial. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan bahaya narkoba. “Sinergi antara orang tua, guru dan siswa adalah kunci. Tanpa kebersamaan, kita akan kesulitan membentengi anak-anak kita dari pengaruh buruk narkoba,” tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa BNK Kampar berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan, agar generasi Kampar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi dan bebas narkoba.
Kegiatan parenting ini tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga menghadirkan sesi interaktif seperti diskusi orang tua mengenai pola asuh yang efektif dalam mencegah anak terjerumus narkoba, workshop guru tentang strategi pembelajaran yang menanamkan nilai karakter dan prestasi dan dialog siswa yang memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, dan komitmen menjauhi narkoba.
Dengan terselenggaranya Parenting BNK Kampar, diharapkan lahir sebuah gerakan bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara orang tua, guru dan siswa bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan Kampar sebagai kabupaten yang generasinya berprestasi, berkarakter, dan bebas dari narkoba. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua,” tutup Misharti.(Prot-dokpim)

