Pekanbaru. Kabarinvestigasi. Co. Id. Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) Provinsi Riau, Dr. AB Purba, SH., MH., menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang dokter residen berinisial AKL (30), yang jasadnya ditemukan di kawasan sekitar RSUD Tengku Rafian Siak, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026).
Dalam pernyataannya, Dr. AB Purba mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
“Kami segenap keluarga besar Ikatan Keluarga Batak Riau Provinsi Riau menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara AKL. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” ujar Dr. AB Purba, Kamis (16/7/2026).
Selain menyampaikan duka cita, Dr. AB Purba juga menyatakan kesiapan IKBR melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Horas untuk memberikan pendampingan kepada keluarga apabila diperlukan.
Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya dalam memastikan keluarga memperoleh pendampingan hukum apabila memang dibutuhkan selama proses penanganan perkara berlangsung.
“Apabila keluarga almarhum berkenan dan membutuhkan pendampingan, LBH Horas siap memberikan bantuan dan mengawal sesuai koridor hukum yang berlaku. Kehadiran kami semata-mata sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban,” katanya.
Meski demikian, Dr. AB Purba mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat kepolisian. Ia mengimbau agar tidak muncul spekulasi maupun kesimpulan yang belum didukung hasil penyelidikan resmi.
“Kami berharap penyebab meninggalnya almarhum dapat segera terungkap melalui proses penyelidikan yang profesional, transparan, dan berdasarkan fakta. Mari kita percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian yang saat ini masih bekerja,” ujarnya.
Sebelumnya, korban diketahui berinisial AKL (30), warga Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Korban ditemukan meninggal dunia di area semak-semak di sekitar RSUD Tengku Rafian Siak.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans setelah melakukan pencarian di sekitar lokasi yang menjadi arah terakhir pergerakan korban berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV).
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya unsur tindak pidana maupun penyebab kematian sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan aparat berwenang

