Yogyakarta, kabarinvestigasi. Co. Id. Rabu, 09 Juli 2025 – Bertempat di Lounge Lantai 2, BPD DIY Syariah, Jalan Magelang KM 5,5 Yogyakarta, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Komitmen Kawasan Halal (KKH) dan G2RT Berorientasi Ekspor”. FGD ini merupakan momentum konsolidasi BDP Syariah DIY bersama G2RT MES DIY yaitu MES DIY dan Sekretariat serta Paguyuban Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur DIY dalam membangun ekosistem halal yang inklusif, kolaboratif, dan siap ekspor (global) khususnya melalui peran dari lembaga keuangan syariah.
FGD ini menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan dua agenda utama yaitu (1) empat kegiatan unggulan (events) dalam rangka Road to the 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025; (2) tindak lanjut akses pasar global G2RT DIY di pasar timur tengah.
Empat agenda strategis Road to the 3rd ICIHES antara lain Halal Business Plan Competition (HBPC); Komitmen Kawasan Halal (KKH) DIY x G2RT MES DIY; Pemilihan Duta Halal MES DIY; dan Penghargaan Tokoh Penggerak Halal DIY. Selain itu, agenda berkelanjutan pula didiskusikan berkenaan tindak lanjut akses pasar global yang telah dirintis Sekretariat G2R Tetrapreneur sejak tahun 2023 dalam Pasar Kebijakan (Tetra 4) bekerjasama dengan KBRI; Atase Perdagangan; Indonesian Trade Promotion Centre (ITCP); dan Dewan Bisnis Indonesia di beberapa negara yaitu Cairo, Jeddah, Dubai dan Abu Dhabi.
Pada kesempatan tersebut, diterima oleh Pratomo Anggo Wibowo selaku Pimpinan Kelompok Pengembangan Bisnis Syariah BPD DIY Syariah membuka kegiatan FGD yang kemudian dilanjutkan oleh paparan materi oleh Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., Ketua Departemen Industri Halal (DIH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, sekaligus Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT yang juga merupakan Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) tentang rangkaian dari Road to the 3rd ICIHES 2025 dengan judul “4 Events Road to the 3rd ICIHES: Sinergi MES DIY × G2RT Indonesia untuk Ekosistem Halal Berkelanjutan.” Rika Fatimah memaparkan “….industri halal memiliki masa depan utama dalam perekonomian global. Syiar isu-isu halal tercermin dalam rangkaian Road to the 3rd ICIHES 2025 dengan melibatkan berbagai lintas pemangku kebijakan bersama penyertaan kaum muda dan masyarakat luas…salah satunya dukungan lembaga keuangan perbankan dalam edukasi hijrah ke perbankan syariah…”. Melalui semangat itulah diharapkan BPD Syariah membersamai G2RT MES DIY dalam rangkaian pelaksanaan 3rd ICIHES 2025 bersama penyelenggara utama lokal dan global yaitu Program Doktor Perekonomian Islam dan Industri Halal (PIIH) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM); Univeristi Kebangsaan Malaysia (UKM), Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) UGM; Ritsumeikan Japan Univeristy, Kyoto University, dan Pertubuhan Khas Tun Ahmad Badawi.
Rika menambahkan, tahun ini kegiatan tata kelola kawasan berbasis prinsip halal dan keberlanjutan dalam agenda KKH menyasar dua kawasan utama di perdesaan yang telah mengimplementasikan Model G2R Tetrapreneur melalui dampingan Dinas PKM DIY. Ir. Edy Muhammad selaku Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal (Kawasan Halal/Juleha) DIH MES DIY menyampaikan “…beberapa kandidat kawasan yaitu G2RT Wukirsari di Kabupaten Bantul; G2RT Salamrejo di Kabupaten Kulon Progo; G2RT Sumberrejo di Kabupaten Sleman; dan G2RT Danurejan di wilayah Kota.
Antusias penggiat G2RT DIY bersama unsur pemerintah setempat diharapkan menjadi inisisasi strategis karena syiar KKH menaungi wilayah dampingan Pemda DIY sehingga tercipta keberlanjutan dan berketahanan.”
Selanjutnya, Halal Business Plan Competition (HBPC) yang menyasar pelajar SMA/SMK dan mahasiswa/i perguruan tinggi atau yang sederajat mencoba untuk merangsang munculnya ide-ide bisnis berbasis Halal dengan berkolaborasi dengan unit-unit G2RT di DIY dan UMKM BPD Syariah sebagai kasus atau klien rencana bisnis. Tidak lupa juga untuk meluaskan syiar pentingnya gaya hidup halal (Halal life style) melalui Pemilihan Duta Halal MES DIY. Apresiasi juga diberikan kepada para penggiat halal baik dimasyarakat maupun di kelembagaan melalui Tokoh Penggerak Halal DIY.
Empat kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi nyata pada penyiapan ekonomi halal terhadap pembangunan ekonomi inklusif yang menjunjung nilai keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Meningkatnya kesadaran dan partisipasi global, industri halal sewajarnya akan terus berkembang menjadi pilar penting dalam ekonomi masa depan.
Menanggapi tentang pentingnya Halal, Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, SS, MA, MM, CHE, selaku anggota Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif MES DIY dan juga Dosen Sekolah Vokasi UGM menyampaikan “…masyarakat masih memandang desa wisata halal sebagai sesuatu yang “eksklusif” sehingga para pelaku wisata masih ragu untuk mengimplementasikan kehalal-an pada destinasi maupun fasilitas penunjang wisata lainnya. Pentingnya edukasi mengenai halal dalam desa wisata juga masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat sehingga masyarakat lebih familiar pada wisata halal”.
Membahas agenda berikutnya, Rika Fatimah P.L. menegaskan “…produk yang diusung oleh Bapak Ibu penggiat G2RT DIY ini bukanlah produk yang “biasa,”… namun telah mengalami berbagai proses unik dan melibatkan kearifan lokal wilayahnya masing-masing sehingga terbentuklah Produk Unggulan (PU) di setiap Unit G2RT.
Proses bisnis yang bergotong royong inilah yang menjadi daya tarik pada pasar global, terutama di Kairo, Dubai, Abu Dhabi, dan Jeddah…apalagi sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat melalui akan diluncurkannya Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) yang baru yaitu SNI G2RT … oleh karena itu diperlukan partisipasi aktif bukan saja hanya dari Pemda DIY namun juga pada proses dagangnya dengan tetap menjaga esensi dari G2R Tetrapreneur yaitu menciptakan kapasitas korporasi bergotong royong dalam merespon akses pasar global secara berkelanjutan…”. Mengakhiri paparannya,
Rika Fatimah P.L. berharap bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi langkah sinergi yang lebih kuat antar lembaga, komunitas, dan individu dalam menciptakan ekosistem halal DIY yang kompetitif, terukur, dan ekspansif. Semangatnya satu, yaitu Gotong Royong.
Selanjutnya, Budi S Kurniawan, S.E., M.M. selaku Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal (Kawasan Halal/Juleha) DIH MES DIY merespon positif bahwa sudah saatnya para produsen ini memang fokus dengan produknya saja. Hal tersebut berkenaan dengan kontrol kualitas produk yang difikirkan sedangkan kegiatan pemasaran dan lainnya dilakukan oleh orang/pihak yang berbeda.
Berbagai interfensi yang dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai programnya menempatkan seorang pelaku usaha untuk dapat beradaptasi dengan berbagai peraturan yang dibuat namun kurang mempertimbangkan kemampuan dari setiap individu tersebut. “Jangankan dapur khusus produksi, kadang yang industri kecil saja dapur nya masih jadi satu, atau dapur bersama, sementara syarat lolos perizinan dapurnya harus berbeda. Bagaimana mereka mau memikirkan keberlanjutan kalau mereka masih memikirkan soal dapurnya,” ujar Budi S. Kurniawan menutup tanggapannya.
Senada dengan Budi S. Kurniawan., Pratomo Anggo Wibowo selaku Pimpinan Kelompok Pengembangan Bisnis Syariah BPD DIY Syariah menyampaikan bahwa selama pendampingan yang dilakukan oleh BPD Syariah, para UMKM binaan mereka juga mengikuti berbagai pelatihan dari berbagai kedinasan, permasalahan yang muncul dalam UMKM binaan BPD Syariah ini juga tentang keberlanjutan. “Selama mendampingi binaan BPD Syariah ini permasalahannya sama. Hari ini bisa produksi, minggu depan atau besok belum bisa produksi,” ungkap Pratomo Anggo Wibowo.
FGD ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, di antaranya Pratomo Anggo Wibowo (Pimpinan Kelompok Pengembangan Bisnis Syariah BPD DIY Syariah), Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D. (Ketua Departemen Industri Halal (DIH) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, sekaligus Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur yang juga merupakan Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)) , Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, SS, MA, MM, CHE (anggota Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif MES DIY dan juga Dosen Sekolah Vokasi UGM), Dr. Jumadi, S.E., M.M. (Ketua Departemen Pemberdayaan UMKM dan Keuangan Sosial MES DIY), Hasyina Anbarwati (Koordinator FoSSEI Yogyakarta 2024/2025), Ir. Edy Muhammad dan Budi S Kurniawan, S.E., M.M. (Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal (Kawasan Halal/Juleha) DIH MES DIY), Muhammad Fauzi Abdullah, S.E. (Sekretaris Eksekutif MES DIY), Dalmugi (Ketua Paguyuban G2RT DIY), Tri Yulianto dan Rina Supadmi (Perwakilan Paguyuban G2RT Kota Yogyakarta), Tettri Rahmawati dan Mardiana Irawati (Perwakilan Paguyuban G2RT Sleman), Marlina (Perwakilan Paguyuban G2RT Bantul), Nani Eka Arisusanda dan Sumarsono (Perwakilan Paguyuban G2RT Kulon Progo), serta Sarjiyono (Ulu-ulu Kalurahan Salamrejo, Kulon Progo).

