Bengkalis. Kabarinvestigasi. Co. Id. Krisis Air di Bengkalis, mengalami Kekeruhan Capai 1600 NTU, Kondisi air baku yang mempunyai tingkat kekeruhan mencapai 1600 NTU, pada Ju Kondisi air baku di waduk Perumda Tirta Terubuk Bengkalis saat ini mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang yang melanda sejak Januari 2026. Selain volume air yang menyusut, tingkat kekeruhan air juga melonjak tajam hingga mencapai 1600 NTU (Nephelometric Turbidity Unit), jauh di atas ambang normal maksimal 100 NTU.
Sementara itu Direktur Utama Perumda Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal, ST menjelaskan bahwa kondisi ini sangat menyulitkan dalam proses pengolahan air bersih.
Direktur utama Perumda Tirta Terubuk Bengkalis Abel Iqbal ,ST sedang lakukan pengecekan air yang sudah diolah pada Jum’at malam bersama Kabag Hubla dan Kabag Teknik
“Kondisi kekeruhan air saat ini mencapai 1600 NTU. Dengan tingkat seperti ini, pengolahan menggunakan nano filter tidak bisa dilakukan karena berisiko merusak peralatan,” ujar Abel Iqbal, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menambahkan, dalam situasi tersebut pihaknya terpaksa menggunakan metode pengolahan konvensional. Namun, metode ini juga menghadapi tantangan besar karena tingginya tingkat kekeruhan air baku.
“Untuk mengolah air dengan kondisi seperti ini, kebutuhan bahan kimia meningkat drastis. Dalam satu hari, kami membutuhkan sekitar 1,2 ton alum dan 800 kilogram soda, padahal dalam kondisi normal hanya sekitar 500 kilogram alum dan 300 kilogram soda,” jelasnya.
Air yang sedang diolah dengan alum dan soda di IPA B Tirta Terubuk Bengkalis

