Kabarinvestigasi.co.id/Tarutung. Korban meninggal dunia tertimbun tanah longsor di Tapanuli Utara berhasil dievakuasi hingga Senin pagi (1/12/2025) sebanyak 31 orang sementara yang hilang berkurang menjadi 18 masih dalam upaya pencarian.
Kapolres Taput Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Walpon Baringbing menginfokan kepada media, Senin siang (1/12).
Melengkapi jumlah 31 korban meninggal yang ditemukan setelah satu korban lagi atas nama Wilviton Hutasoit ( 30 ) warga Desa Hutatua Kecamatan Parmonangan. Dengan temuan ini kata Walpon ,jumlah yang hilang menjadi 18 orang, urai Walpon Baringbing.
SPBU Diserbu Warga
Sejak akses jalan Taput- Sibolga terputus akibat musibah banjir dan tanah longsor pasokan BBM di Tapanuli Utara terganggu.
Bahan bakar minyak baik Pertalite maupun Pertamax sulit didapatkan masyarakat Taput.
Terpantau di Tarutung dan Sipoholon,
kelangkaan tersebut mulai nyata tiga hari terakhir, dimana pasokan BBM cepat habis di SPBU BPS jalan DI Panjaitan dan SPBU Tara Bunga Sipoholon.
Alfonso Situmorang seorang warga yang sedang antri BBM tepatnya dijalan DI Panjaitan Tarutung Tapanuli Utara, Minggu (30/11/2025) mengeluh lambannya antisipasi pemerintah.
” Seharusnya pemerintah antisipasi, yang pasti jalan banyak putus, pastinya memicu pasokan BBM ke Taput terhambat yang selama ini didatangkan dari Sibolga , saya sudah antri kurang lebih tiga jam hanya untuk mengisi full sepeda motor ,” ujar Alfonso yang Ketua PWI Bonapasogit.
Demikian juga pengendara angkutan umum (angkot) yang mengaku sejak pukul 5.00 Wib pagi sudah memarkirkan mobilnya antri.
” Kita dengar BBM akan masuk lewat tengah malam. Saya mencoba mengantri mobil saya agar bisa nantinya menarik sewa, ternyata antrian sudah padat. Kami kecewa kepada pemerintahan sekarang ini,” kesalnya.
Dari informasi yang diterima salah satu operator SPBU, BBM jenis pertalite baru tiba pukul 4.00 wib pagi.
” Baru tadi pagi tiba, jam 4 pagi. Itupun hanya setengah saja,” ungkapnya.
Petugas SPBU membatasi pembelian untuk kendaraan roda empat hanya boleh membeli Pertalite Rp 100.000 (kurang dari sepuluh liter) demikian juga jerigen.
Pantauan langsung, warga baik pengendara sepeda motor maupun mobil membludak untuk mengisi BBM.
Satuan lantas Polres Taput turun kelokasi untuk mengamankan antrian kendaraan yang semerawut dan juga tampak dari TNI ikut membantu.
Dalam gambar warga mengeluh antri berjam-jam akibat BBM terbatas.(udut)

