Riau. Kabarinvestigaai. Co. Id. Sejak resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau pada 12 Maret 2025, Irjen Pol. Herry Heryawan membawa warna baru dalam penegakan hukum di Bumi Lancang Kuning. Jenderal bintang dua yang akrab disapa “Herrymen” ini dikenal sebagai perwira dengan rekam jejak mumpuni, mulai dari pemberantasan terorisme hingga pengungkapan kasus narkoba skala besar.
Filosofi “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”
Di Riau, Herry mengusung konsep Green Policing, sebuah model kepolisian yang tidak hanya fokus pada keamanan konvensional, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Dengan moto “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” ia menempatkan Polda Riau sebagai garda terdepan dalam menjaga keseimbangan alam.
“Tuah” dimaknai sebagai berkah alam dan kekayaan budaya, sementara “Marwah” adalah kehormatan masyarakat yang harus dijunjung tinggi. Implementasi nyata dari visi ini meliputi:
Penegakan Hukum Tegas: Menindak pembakar hutan (Karhutla) dan pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Aksi Lingkungan: Gerakan penanaman pohon masif di wilayah kritis.
Edukasi Publik: Membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan leluhur dan ekosistem.
Putra CPM yang Kenyang Pendidikan
Lahir pada 23 Februari 1972, masa kecil Herry dihabiskan di Ambon, mengikuti penugasan ayahnya yang merupakan anggota Corps Polisi Militer (CPM) TNI-AD. Kedisiplinan militer yang diserap sejak dini membawanya lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1996 (Wira Satya).
Herry dikenal sebagai “Haus Ilmu”. Selain menempuh pendidikan kepolisian formal (PTIK, Sespimmen, Sespimti, hingga Lemhanas), ia juga meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian pada 2023 dengan disertasi tentang pemolisian demokratis di Papua. Bahkan pada 2024, ia menyelesaikan Magister Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia, menunjukkan kedalaman intelektualnya dalam memandang persoalan hukum.
Rekam Jejak Lapangan yang Melegenda
Karier Herry Heryawan adalah deretan tugas di “garis depan”. Namanya besar di lingkungan Reserse dan Anti-teror. Beberapa jabatan strategis yang pernah ia emban antara lain:
Reserse: Kasubdit Resmob dan Jatanras Polda Metro Jaya, serta Dirresnarkoba Polda Metro Jaya.
*Anti-Teror: Kadensus 88 AT Polda Kepri dan Dirsidik Densus 88 AT Polri.
*Kepemimpinan Wilayah: Kapolresta Depok.
*Birokrasi: Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI (2023–2025).
Keahliannya juga ditempa melalui pelatihan internasional di berbagai negara, mulai dari Lyon (Prancis) untuk penanganan kejahatan genosida, hingga Roswell (Amerika Serikat) untuk kejahatan komputer.
Spesialis Satgas Khusus
Kepercayaan pimpinan Polri kepadanya terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai Satuan Tugas (Satgas) krusial, seperti Satgas BOM Polri, Satgas Nemangkawi di Papua, hingga Satgas Dwelling Time. Pengalaman lintas bidang ini menjadikannya sosok yang adaptif dalam menghadapi kompleksitas gangguan kamtibmas di Riau.
Kini, di bawah kepemimpinannya, masyarakat Riau menaruh harapan besar agar keamanan tetap terjaga, lingkungan tetap hijau, dan marwah negeri tetap terhormat. (Wikipedia)

