Kabarinvestigaai. Co. Id/Tarutung. “Pak bupati dan saya punya keinginan dan tekad yang sama agar SMA unggulan hadir di Taput, kita liat Toba, Humbang dan Tapteng sudah punya sekolah unggulan,” kata Wakil Bupati (Wabup) Taput Deni Lumbantoruan ketika menerima audiensi PWI Bonapasogit.
Kepada Wabup Taput Deni Lumbantoruan, oleh PWI Bonapasogit melalui ketua Alfonso Situmorang dalam audiensi, Jumat, malam( 22/5/2026) menyampaikan kerinduan orang tua akan adanya sebuah sekolah unggulan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Bersama Alfonso Situmorang Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bonapasogit ada Candra Sirait, Januari Hutabarat , Alfredo Sihombing dan Andoky Manalu.
Tapanuli Utara yang dahulunya kabupaten induk, yang memekarkan Dairi, Toba, Humbang Hasundutan dan Samosir dulunya dilabeli kota pendidikan.
Sebagai kota pendidikan yang melahirkan sejumlah tokoh-tokoh penting bahkan perantau yang sukses namun hingga kini belum ada SMA unggulan yang bisa menjadi tempat anak Taput untuk semakin berkualitas.
” Kami mohon kiranya , pesan kami yang menangkap kerinduan orang tua akan adanya SMA unggulan di Taput, kami juga berharap dukungan Pak Bupati maupun Pak Wakil agar mendukung SMA 3 Tarutung sebagai SMA unggulan,” ujar Ketua PWI Bonapasogit Alfonso Situmorang.
Hal itu disebabkan, selain janji pasangan JTP-Dens yang pernah juga punya kerinduan mewujudkan SMA unggulan, saat ini proses administrasi SMA 3 Tarutung untuk sekolah unggulan sedang berproses.
” Saat ini, pak ada dua skema yang tengah bergulir, yakni sekolah unggul Garuda dan sekolah transformasi unggul Garuda. Kenapa ini tidak kita ambil, salah satu, kita tahu SMA 3 Tarutung sudah banyak mencetak alumni yang berprestasi bahkan siswanya banyak lolos ke PTN favorit,” ungkapnya.
Alfonso menegaskan, PWI Bonapasogit siap menjadi corong dan berkolaborasi agar impian para orang tua terwujud.
” Kita siap berkolaborasi, tentunya apa yang menjadi peran kita yakni jurnalistik, mungkin secara organisasi, PWI itu ada kepengurusannya di pusat yang mungkin bisa ikut mendorong agar bisa terwujud secepatnya,” pungkas.
Wakil Bupati Deni Lumbantoruan yang menyambut hangat PWI Bonapasogit usai memimpin rapat dengan OPD, punya semangat yang sama.
” Pak bupati dan saya, tentunya punya keinginan dan tekad agar adanya SMA unggulan di Taput, kita liat Toba, Humbang dan Tapteng sudah punya sekolah unggulan,” ujarnya.
Deni menyatakan punya tanggung jawab dan beban moral tersendiri, terutama SMA 3 Tarutung yang diproyeksikan sekolah unggulan.
” Saya dulu ikut melakukan proses seleksi guru dan melatih di DEL Laguboti. Kita sudah liat kemampuan guru, disiplin hingga lulusannya sangat luar biasa,” imbuhnya.
Sekaitan itu, Deni mengungkapkan Pemkab telah berkoordinasi dengan Kacabdis dan memang ada syarat harus dipenuhi.
” Kita sudah diberitahu ada syarat lahan minimal, ada yayasan, ada asrama. Ini menjadi dilema, walaupun kewenangan itu ada di Provinsi tapi kita juga punya kewajiban karena yang sekolah disana anak-anak kita,” paparnya.
Deni menyebut pihaknya tengah melakukan dua skema pendekatan sehingga nantinya SMA 3 Tarutung menjadi berproses sekolah Unggul.
” Kalau saat ini disana masih melakukan sistem zonasi dalam penerimaan siswa, kita ingin tidak ada itu , semua seleksi , itulah sekolah unggul,” urainya.
Untuk itu, Deni mengatakan sesuai arahan Bupati, semua akan diajak diskusi alumni, stakeholder, komite, guru hingga Diaspora.
” Kita ajak semuanya, apa yang bisa kita lakukan serta tugas apa yang bisa dilakukan masing-masing elemen agar segera terwujud,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus PWI Bonapasogit menyerahkan Rompi organisasi berlogo PWI kepada Wabup Deni Lumbantoruan setelah sebelumnya juga sudah menyerahkan kepada Bupati Jonius TP Hutabarat dan Sekda Henry Sitompul dalam satu agenda tertentu.
Dalam gambar ; Ketua PWI Bonapasogit Alfonso Situmorang didampingi pengurus dan anggota saat menyerahkan Rompi berlogo PWI kepada Wabup Deni Lumbantoruan. (udut)

