Batam – Budi Bukti Purba, Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Provinsi Kepulauan Riau mendesak Walikota Batam untuk segera turun tangan mengatasi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai mengkhawatirkan masyarakat.
“IPK Kepri meminta agar Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan, Kecamatan, hingga Kelurahan segera melakukan fogging massal di setiap wilayah guna menekan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut,”ujarnya di Sekretariat IPK Kepri, Buana Central Park, Batu Aji, Batam, Kamis, (11/07/2025)

Permintaan tegas ini disampaikan IPK Kepri menyusul meningkatnya temuan kasus DBD di sejumlah wilayah permukiman padat penduduk. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Perumahan Buana Bukit Permata, di mana diketahui telah terjadi tiga kasus anak-anak yang menjadi korban DBD dalam waktu berdekatan.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum IPK Kepri, Romesko Purba, S.H, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi ini. Anak kandung Romesko sendiri menjadi salah satu korban DBD dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Batam.
“Ketika anak saya dirawat, saya menyaksikan langsung betapa seriusnya penyebaran DBD ini. Dalam satu ruangan rawat inap, ada pasien anak lainnya juga menderita DBD satu ruangan dengan anak saya. Bahkan dokter yang merawat menyampaikan bahwa hampir setiap hari ada kasus baru masuk akibat DBD baru-baru ini.,” ujar Romesko kepada wartawan di RS Mutiari Aini dihari yang sama.
Menurutnya, fakta tersebut menjadi sinyal kuat pemerintah harus segera melakukan giat pencegahan penyebaran nyamuk pembawa virus.
“Kami minta kepada Walikota Batam agar segera mengerahkan satuannya mulai dari Dinas Kesehatan, Camat, Lurah, untuk melakukan fogging secara menyeluruh. Jangan tunggu korban semakin banyak. Ini darurat kesehatan masyarakat!” tegas Romesko.
Ia juga menambahkan, jika pemerintah Kota Batam lamban atau tidak sigap menangani situasi ini, IPK Kepri siap turun tangan melakukan fogging mandiri bersama kader dan relawan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga Batam, khususnya anak-anak yang sangat rentan terhadap penyakit ini.
“Kami tidak akan tinggal diam jika anak-anak terus menjadi korban. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pemerintah, kami dari IPK Kepri akan mengambil inisiatif sendiri untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya.
Sinyal Bahaya yang Harus Segera Ditangani
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kota Batam belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan peningkatan kasus DBD tersebut. Namun, sejumlah warga di kawasan Buana Bukit Permata mengaku khawatir dan berharap adanya aksi nyata berupa fogging dari pemerintah.
“Sudah tiga anak di lingkungan kami kena DBD. Kami takut kalau anak-anak lainnya juga kena. Semoga pemerintah cepat bertindak,” ungkap Rahma, bukan nama sebenarnya, salah satu warga setempat ketika dimintai komentarnya.
IPK Kepri menyatakan akan terus memantau perkembangan ini dan siap bermitra dengan pemerintah jika dibutuhkan. Namun, mereka juga menegaskan bahwa penanggulangan wabah seperti ini harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi keselamatan warga Batam. (marto/red)

