Tembilahan. Kabarinvestigasi. Co. Id. Dalam rangka menjalankan tugas pengawasan di wilayah perairan, Bea Cukai Tembilahan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat. Pada Rabu (21/05), petugas berhasil menggagalkan upaya pemasukan 15.000 kilogram (15 ton) buah mangga segar ilegal ke wilayah Indragiri Hilir (Inhil).
Penindakan ini dilakukan menyusul informasi intelijen mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah dermaga sungai di wilayah Pengalihan, Kecamatan Keritang
Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi, menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari tindakan pengawasan intensif yang terus dilakukan jajarannya
Penindakan tersebut berawal dari diterimanya informasi intelijen akan adanya rencana aktivitas bongkar buah mangga segar ilegal di sebuah dermaga sungai di wilayah Pengalihan, Keritang,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan dan penindakan di lokasi, petugas mengamankan 15 ton buah mangga yang tidak memiliki dokumen sah serta tidak melalui prosedur karantina yang berlaku.
“Dari hasil penindakan, petugas mengamankan 15.000 kg buah mangga segar yang tidak melalui prosedur karantina dan dilindungi dokumen yang sah,” jelas Setiawan.
Barang tersebut ditaksir bernilai Rp300 juta dengan potensi kerugian negara mencapai Rp100 juta.
Kerugian ini belum termasuk risiko terhadap aspek jaminan keamanan dan kesehatan masyarakat akibat distribusi buah tanpa pengawasan resmi.
Seluruh barang bukti kini telah dibawa ke Kantor Bea Cukai Tembilahan dan kemudian diserahterimakan kepada Badan Karantina Indonesia UPT Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Riau untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Upaya penggagalan tersebut merupakan wujud nyata Bea Cukai Tembilahan dalam melaksanakan fungsi community protector, yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia yang tidak melalui prosedur karantina dan tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan komitmen berkelanjutan dari Bea Cukai Tembilahan.
“Bea Cukai Tembilahan terus berkomitmen menjaga wilayah perairan dan pintu masuk negara dari lalu lintas barang ilegal yang dapat membahayakan keamanan serta kesehatan masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

