Rohul. Kondisi SD Negeri 003 Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, sangat memprihatinkan. Padahal sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 200 orang ini menerima Dana BOSP sekitar Rp200 juta per tahun.
Hasil pantauan tim media di lapangan, Senin 26 Oktober 2026, plafon di sejumlah ruang kelas banyak yang rusak dan menggantung membahayakan siswa. Meubelair siswa berupa meja dan kursi juga banyak yang rusak, goyang, dan tidak layak pakai.
Nampaknya sudah sangat lama tidak ada perbaikan yang dilakukan di sekolah yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman, Tandun Barat tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik, kemana saja alokasi Dana BOSP selama ini, khususnya pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana.
Saat dikonfirmasi tim media pada Senin 26/10/2026, Plt Kepsek SDN 003 Tandun, Afrianti, mengatakan sekolah ini akan mendapat program revitalisasi yang pengajuannya berdasarkan data Dapodik.
Ia pun memohon kepada tim media agar berita tersebut tidak diangkat. “Sekolah ini akan mendapat revitalisasi, pengajuan berdasarkan Dapodik, tolong janganlah diangkat beritanya bang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut ditanggapi Ketua Investigasi LSM KPK, Amiruddin, yang turut hadir di lokasi saat itu. Ia menegaskan akan segera melaporkan dugaan penyimpangan penggunaan Dana BOSP SDN 003 Tandun Tahun Anggaran 2024-2026.
“Kami akan segera laporkan Kepsek SDN 003 Tandun terkait Dana BOSP 2024-2026 dengan bukti-bukti dokumentasi di lapangan dan juga data laporan penggunaan Dana BOSP. Jangan dikira dengan dapat revitalisasi nantinya permasalahan penggunaan BOSP selesai,” tegas Amiruddin.
Ia menambahkan, kasihan anak bangsa harus belajar selama ini dengan fasilitas yang sangat miris di SDN 003 Tandun.
Hingga berita ini diterbitkan, tim masih berupaya mengkonfirmasi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu terkait pengawasan penggunaan Dana BOSP dan status usulan revitalisasi SDN 003 Tandun.(Amir)

