Tarutung. Kabarinvestigasi. Co. Id. Baru kali ini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara(Taput) secara lengkap menerima Demonstran dan lesehan bersama pendemo di depan kantor dewan Tarutung.
Rabu(3/9/2025) terpantau sejak pagi di kompleks gedung dewan Tarutung-Taput petugas dari TNI dan Polri serta Satpol PP berada disana sementara anggota dewan terpantau kumpul di ruang kerja ketua DPRD.
Sekitar pukul 11.00 Wib, sekelompok demonstran menamakan Aliansi Mahasiswa tiba di depan kantor DPRD menyampaikan aspirasi atau tuntutan.
Primus Nababan orator aksi menyampaikan butir-butir tuntutan kepada anggota dewan seraya berharap bertemu dengan anggota DPRD Taput.
Tak berselang, 35 anggota dewan menemui demonstran dan secara bersama-sama resehan di halaman dekat tangga menuju lantai dua kantor DPRD.
Ketua DPRD Taput, Arifin Rudi Nababan,Wakil Ketua Dedi Hendra Hutabarat, Reguel Simanjuntak bersama anggota dewan , Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak mendengarkan dan menyimak aspirasi dari massa pendemo yang bernaung dibawah bendera GMNI.
Frimus Nababan menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya agar Menteri Pertanian RI segera dicopot karena telah mencederai hati para petani, serta bagaimana pemerintah Taput menyikapi korban yang meninggal saat terjadi aksi dipusat dan dibeberapa daerah lainnya.
Kepada anggota DPRD Taput agar menyikapi persoalan tenaga honorer yang tidak lagi bekerja di pemerintah Taput dan berharap transparansi pengelolaan APBD.
Selain itu juga pendemo menyuarakan agar Menteri keuangan Sri Muliani dicopot dari jabatan
Ketua DPRD Taput Arifin Rudi Nababan mewakili 35 anggota mengatakan, duka cita mendalam atas meninggalnya pengemudi Ojol dan beberapa mahasiswa serta masyarakat pada saat terjadinya aksi demo beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu juga Arifin Rudi Nababan mengajak para mahasiswa menghadiri rapat-rapat pembahasan APBD ,boleh manyampaikan aspirasi bagi pembangunan daerah.
Arifin Rudi Nababan juga menginformasikan kepada pendemo ,kalau DPRD Taput telah mengeluarkan dan merumuskan peraturan terkait penggajian para tenaga guru sekolah Minggu dan Pesantren agar ditampung dalam APBD.
Dari awal hingga akhir ,terpantau aksi pengunjuk rasa yang berjumlah tidak lebih dari 20 orang berjalan damai. Pendemo disuguhi air mineral dan makan siang oleh bagian sekretariat dewan, sementara aparat dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP lebih berada di lokasi.(Udut)
Anggota Dewan Taput duduk bersama dengan pengunjuk rasa (Udut)

