Batam. Kabarinvestigasi. Co. Id. Perjalanan hidup Amsakar Achmad, S.Sos., M.M., Ph.D., adalah sebuah narasi inspiratif tentang “titik balik” yang luar biasa. Lahir di Sungai Buluh, Lingga, pada 1 Agustus 1968, ia tidak langsung menikmati posisi nyaman di birokrasi. Titik awal kariernya dimulai pada tahun 1997 saat ia bergabung dengan Markas Wilayah Pertahanan Sipil (Mawil Hansip) Pemerintah Kota Batam sesaat setelah lulus seleksi CPNS. Dari menjadi bagian dari korps Hansip yang mengurusi keamanan dan ketertiban masyarakat, Amsakar perlahan tapi pasti merayap naik melalui berbagai tingkatan birokrasi di Sekretariat Daerah Kota Batam.
Latar belakangnya sebagai “orang lapangan” di Hansip memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan dari dasar. Kariernya terus menanjak dari Kepala Sub Bagian, Kepala Bagian Umum, hingga menjadi Kepala Dinas Perindag dan ESDM Kota Batam (2012-2015). Pengalaman birokrasi selama hampir 20 tahun ini menjadi modal kuat ketika ia memutuskan terjun ke politik, mendampingi Muhammad Rudi sebagai Wakil Wali Kota Batam selama dua periode (2016-2025).
Puncak pengabdiannya tercapai ketika ia terpilih secara mutlak sebagai Wali Kota Batam periode 2025-2030 dan resmi menjabat pada 20 Februari 2025. Tidak hanya di bidang karier, Amsakar juga membuktikan ketajamannya di dunia akademik dengan meraih gelar Doktor (Ph.D.) dari Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Jakarta di tahun yang sama dengan pelantikannya. Di bawah kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra, Batam diharapkan terus bertransformasi menjadi pusat ekonomi dunia dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kerakyatan.
Kisah Amsakar Achmad mengingatkan kita bahwa tidak ada karier yang terlalu rendah untuk dimulai. Dari seorang petugas Hansip, kini ia memegang tongkat komando tertinggi di Kota Batam sekaligus memimpin Badan Pengusahaan (BP) Batam. Integritas dan semangat belajarnya menjadikannya figur teladan bagi seluruh ASN dan masyarakat di Kepulauan Riau tentang arti penting perjuangan dan kerja keras.
Sumber: Wikipedia

