Tanahmerah.kabarinvestigasi.co.id Dinasos & BPBD Inhil Salurkan 26 Paket Bantuan untuk Korban Longsor Kuala Enok Via Camat Mulyadi Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Rabu 17/6/2026
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat. Dinas Sosial dan BPBD Inhil menyalurkan 26 paket bantuan untuk warga terdampak bencana tanah longsor/abrasI di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Bantuan diserahkan melalui Camat Tanah Merah Mulyadi, SE., M.M sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah.
Penyerahan bantuan ini jadi bukti hadirnya negara di tengah musibah yang terjadi tepat 1 Muharam 1448 H, Selasa 16 Juni 2026.
Rincian Bantuan & Penyerahan
- BPBD Kabupaten Indragiri Hilir: Menyalurkan 13 paket bantuan pada Senin, 16 Juni 2026. Paket berisi kebutuhan darurat seperti , matras, selimut, dan makanan siap saji.
- Dinas Sosial Kabupaten Inhil: Menyalurkan 13 paket bantuan pada Rabu, 17 Juni 2026. Paket berisi sembako, sandang, dan perlengkapan dasar rumah tangga untuk 13 KK terdampak.
Total 26 paket untuk 13 KK korban longsor di Pasar Kuala Enok RT 001 RW 001 dan Kampung Jawa RT 001 RW 006.
Camat Mulyadi Bantuan Segera Sampai ke Warga
Camat Tanah Merah Mulyadi, SE., M.M menyatakan bantuan langsung didistribusikan ke lokasi terdampak bersama PLT Lurah Kuala Enok dan Ketua TP PKK Kecamatan.
“BPBD Kabupaten Indragiri Hilir sudah menyalurkan 13 paket pada 16 Juni 2026. Kemudian Dinas Sosial menyalurkan 13 paket lagi hari ini, Rabu 17 Juni 2026. Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan warga yang rumah dan usahanya terdampak abrasi,” ujar Mulyadi.
Ia menambahkan, pendataan lanjutan tetap berjalan. Pemerintah kecamatan akan mengawal usulan penanganan teknis tebing sungai ke Dinas PU & BPBD agar longsor susulan bisa dicegah.
Apresiasi Warga
Warga terdampak menyambut baik bantuan ini. “Kami ucapkan terima kasih ke BPBD, Dinsos, Pak Camat, dan semua pihak. Bantuan ini sangat kami butuhkan untuk bertahan beberapa hari ke depan,” kata salah satu warga Kampung Jawa.
Pemerintah Kecamatan Tanah Merah mengimbau warga tetap waspada dan melapor jika ada retakan tanah baru di bantaran Sungai,”Ujarnya (Arpan)

