Dumai ( Kabarinvestigasi.co.id ),Kota Dumai di Pesisir Timur Sumatera tak hanya sebagai kawasan industri dan pelabuhan strategis, tetapi juga menjadi ” Eksport kelapa sawit Indonesia.
Melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Dumai ( KPPBC TIM B ) Dumai, Indonesia mencatatkan penerimaan Bea keluar yang fantastis, bahkan termasuk salah satu yang tersebar di tanah air.
Disepanjang tahun 2024 , Bea Cukai Dumai berhasil mengumpulkan penerimaan negara hingga Rp 3, 59 Triliun, melampaui target dengan capaian 108,11 persen.
Dikutip dari situs platform Bea Cukai Dumai, angka ini bukan sekadar pencapaian, melainkan bukti nyata besarnya peran Dumai dalam menopang perekonomian nasional ( 31/08/2025)
Sebagai gerbang utama eksport Cruide Palm Oil ( CPO ) dan produk turunannya , Bea Cukai Dumai menjadi titik vital dalam rantai pasok global.
Dari pelabuhan di Dumai, jutaan ton CPO mengalir ke berbagai belahan dunia,memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir sawit terbesar di dunia.
Tak hanya soal angka, peran Bea Cukai Dumai juga mencakup pengawasan ketat, pelayanan prima , serta dukungan penuh terhadap kelancaran investasi dan ekspor.
Kehadiran Bea Cukai di Dumai menjadikan kawasan ini sebagai ” pintu emas ” ekspor sawit Indonesia yang berkontribusi besar bagi kesejahteraan bangsa.**
Budi A ( Biro Redaksi Dumai )

