Sungaibatang.kabarinvestigasi.co.id. Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa karena di dalamnya terdapat berbagai peristiwa besar, salah satunya adalah turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an). Dalam rangka memperingati momentum tersebut, Pemerintah Desa Patah Parang memperingati malam Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan kegiatan pemberian santuna kepada anak yatim sebanyak 12 orang sebesar Rp 19.850.000 yang bersumber sumbangan masyarakat sejak 7 hari ramadhan sampai 18 ramadhan.

Kegiatan dihadiri kepala desa, masyarakat dan elemen masyarakat lain di Desa Patah Parang kecamatan Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pemberian santunan kepada anak-anak yatim, ceramah agama dalam rangka memperingati Malam Nuzulul Qur’an.

Kepala Desa Patah Parang Dedy menyampaikan bahwa kegiatan pemberian santunan dan peringatan Malam Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa Patah Parang merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintahahn desa dengan masyarakat serta seluruh elemen masyarakat di Desa Patah Parang

Menurutnya, bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, sebagaimana yang ditunjukkan melalui kegiatan santunan kepada anak-anak yatim.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan yang harmonis antara pemerintahan Desa Patah Parang dengan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah Desa Patah Parang selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Semoga melalui kegiatan ini silaturahmi yang telah terjalin dapat semakin kuat, serta membawa keberkahan bagi kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” tutupnya.
Kepala Desa Patah Parang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar memaknai Nuzulul Quran sebagai peringatan historis tahunan, namun menjadikannya sarana memperbaiki kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan publik.(*)

