Kemuning .kabarinvestigasi.co.id.seragam cokelat sudah berdiri di dua SPBU. Bukan untuk menilang. Bukan untuk razia. AIPTU Hermawan Pualam dan AIPTU Harapan Hutagalung di SPBU PT. HABI SEJAHTERA SEJATI P Jalan Lintas Timur Kelurahan Selensen, AIPTU Mahmud Alhusori Nasution, S.H. dan AIPDA Rustam, S.H. di SPBU SEMPURNA PUSAKAN ANUGERAH Desa Keritang. Mereka datang untuk satu hal: jaga BBM agar sampai ke rakyat, bukan ke penimbun.rabu (6/5/2026)
“Guna kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Polsek Kemuning melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring di wilayah hukumnya.” Ini bukan patroli biasa. Ini ikhtiar agar petani bisa ke ladang. Agar ojek bisa narik. Agar ambulans tak kehabisan solar di jalan.
Petugas tak cuma berdiri. Mereka cek stok. Mereka hitung distribusi. Mereka tanya pengawas SPBU. Mereka lihat antrean. Karena BBM adalah nadi. Sekali tersendat, hidup warga ikut sesak. “Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas juga melakukan koordinasi dengan pengawas dan pihak keamanan SPBU, memantau antrean kendaraan, serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan.”
Harga BBM memang bergerak. Sejak 5 Mei 2026, Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp27.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp29.100 per liter. Sementara Pertalite dan Bio Solar B40 tetap. Harga boleh naik turun. Tapi kejujuran tak boleh hilang. “Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pengelola SPBU agar tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.” Sebab subsidi itu hak rakyat kecil. Bukan celah untuk kaya sendiri.
Dari hasil monitoring, tidak ditemukan antrean panjang maupun aksi pembelian berlebihan (panic buying). Situasi di SPBU terpantau aman dan kondusif,” ujar Aiptu Hermawan. Kalimat pendek. Tapi melegakan. Artinya warga Kemuning bisa isi BBM tanpa was-was. Artinya solar untuk nelayan tetap ada. Artinya anak sekolah tak terlambat karena motor kehabisan bensin.
Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, S.H., M.H. menegaskan komitmennya. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian semakin meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) terus terjaga.” Baginya, polisi bukan hanya penindak. Tapi penjaga. Penjaga agar yang berhak tetap dapat haknya.
Dari hasil monitoring, tidak ditemukan antrean panjang maupun aksi pembelian berlebihan (panic buying). Situasi di SPBU terpantau aman dan kondusif,” ujar Aiptu Hermawan. Kalimat pendek. Tapi melegakan. Artinya warga Kemuning bisa isi BBM tanpa was-was. Artinya solar untuk nelayan tetap ada. Artinya anak sekolah tak terlambat karena motor kehabisan bensin.
Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, S.H., M.H. menegaskan komitmennya. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian semakin meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) terus terjaga.” Baginya, polisi bukan hanya penindak. Tapi penjaga. Penjaga agar yang berhak tetap dapat haknya.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah kelangkaan BBM serta meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat.” Karena kelangkaan tak selalu karena stok habis. Kadang karena ada yang serakah. Ada yang nimbun. Ada yang main mata. Dan di situlah Polsek Kemuning berdiri. Jadi pagar. Jadi mata. Jadi pengingat.
“Hingga saat ini, kegiatan pengamanan dan monitoring masih berlangsung dengan situasi yang tetap aman, tertib, dan terkendali.” Empat personil itu masih di SPBU. Matahari makin tinggi. Tapi mereka tetap awasi. Karena BBM lancar berarti dapur ngebul. Berarti roda ekonomi jalan. Berarti Inhil tak berhenti.
Dari Kecamatan Kemuning, Rabu pagi mengirim pesan ke Tembilahan: BBM aman, antrean tertib, subsidi dijaga. Dan selama Polsek Kemuning mau turun ke SPBU, warga punya alasan untuk percaya. Percaya bahwa negara hadir. Bukan di pidato. Tapi di nosel pompa. Di liter yang jujur. Di jalan yang tak lagi was-was kehabisan bensin.(*

