TEMBILAHAN – Sambu Group menandai perjalanan 58 tahun sebagai pelopor industri pengolahan kelapa terpadu sejak berdiri pada 1967 di Indragiri Hilir, Riau. Selama lebih dari setengah abad, perusahaan ini mengembangkan potensi alam menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat, industri, dan lingkungan. Ulang tahun tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali kontribusinya sebagai perusahaan penanaman modal dalam negeri yang mampu menembus pasar global.
Peringatan HUT ke-58 yang jatuh pada Kamis (5/12/2024) mengusung tema *Menjaga Warisan, Menyatukan Nilai, Menumbuhkan Masa Depan*. Tema ini menjadi pengingat pentingnya menyatukan nilai dasar perusahaan yang tumbuh dari kearifan lokal, hubungan erat dengan petani, dan kemampuan beradaptasi menghadapi disrupsi global.
Melalui tema tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga sebagai penopang ketahanan pangan, energi, dan industri lokal. Selama puluhan tahun, Sambu Group turut memperkuat rantai pasok kelapa, membangun hubungan kesalingketergantungan dengan petani, menjalankan tanggung jawab sosial berkelanjutan, dan mengembangkan inovasi produk bernilai tambah untuk meningkatkan daya saing kelapa Indonesia.
Identitas visual khusus HUT ke-58 juga diperkenalkan sebagai simbol perjalanan panjang perusahaan. “Logo angka ‘58’ dirancang dengan garis-garis saling berkesinambungan yang tersusun rapat dan tidak terputus, mewakili perjalanan panjang Sambu Group yang konsisten, selaras, dan penuh keterhubungan. Keterhubungan ini menjadi simbol tekad perusahaan dalam menyatukan nilai dari seluruh elemen ekosistem kelapa Indonesia mulai dari petani, karyawan, relasi bisnis, hingga masyarakat luas yang tumbuh bersama dalam harmoni,” jelas Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif Wibowo.
“Bentuknya yang mengalir mewakili adaptasi dan inovasi yang terus dilakukan, tanpa kehilangan arah dari nilai inti perusahaan yang sejak awal dijaga sebagai warisan. Huruf kapital yang rapi dan modern menunjukkan kekuatan dan kredibilitas, sementara warna yang digunakan menegaskan kepercayaan, profesionalisme, serta integritas yang melekat pada Sambu Group. Warna tersebut juga mencerminkan visi perusahaan yang stabil, visioner, dan berkomitmen pada keberlanjutan serta prinsip ESG,” sambungnya.
Dwianto Arif menegaskan bahwa tema HUT tahun ini menggambarkan semangat perusahaan dalam menjaga kesinambungan ekosistem kelapa Indonesia. “Melalui tema *Menjaga Warisan, Menyatukan Nilai, Menumbuhkan Masa Depan*, Sambu Group menguatkan posisi dan tanggung jawabnya untuk menjaga kesinambungan ekosistem kelapa di Indonesia, menjawab tantangan ketidakpastian zaman dengan kualitasnya, serta terus memberi manfaat yang luas bagi sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa usia 58 tahun menjadi dorongan bagi perusahaan untuk tetap konsisten memberi manfaat bagi masyarakat. “Di usianya yang semakin matang, Sambu Group akan senantiasa konsisten untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sehingga tak hanya berprestasi, namun juga dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak, terlebih masyarakat sekitar dan petani kelapa Indonesia,” urainya.(*)

