Kuansing. Perhelatan Pacu Jalur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kuantan Singingi (Riau) resmi dibuka. Sebanyak 75 jalur siap berlaga di Tepian Narosa, menampilkan adu gengsi dan semangat kebersamaan masyarakat Kuansing.
Ketua Panitia, Andi Cahyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya sebagai identitas masyarakat Kuansing.
Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah.
“HUT ke-26 Kabupaten Kuansing adalah waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan pembangunan, sembari memperkuat semangat gotong royong dan pelestarian budaya,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, selain menyaksikan Pacu Jalur, masyarakat juga diajak menjaga kesehatan melalui kegiatan jalan santai.
“Di Tepian Narosa ini, kita tidak hanya menyaksikan semangat masyarakat menjaga kesehatan, tetapi juga menyambut kembali tradisi kebanggaan kita, Festival Pacu Jalur, ikon budaya dan pariwisata Kabupaten Kuansing bahkan Provinsi Riau,” lanjutnya.
Bupati juga mengungkapkan rencana pembangunan Tugu Tali Tigo Sapilin tahun depan sebagai simbol filosofi pembangunan daerah.
“Di tugu ini akan dituliskan nama-nama pendiri Kabupaten Kuansing. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” ucapnya.
Pembukaan Pacu Jalur HUT Kuansing ke-26 dilakukan oleh Gubernur Riau yang diwakili Plt. Kadis Pariwisata Riau, Ade Yudistira. Dalam sambutannya, ia menyebut kegiatan ini mampu menghidupkan kembali semangat masyarakat serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Menurut data, Pacu Jalur edisi Agustus lalu menarik lebih dari 1,6 juta wisatawan dengan perputaran uang mencapai Rp165 miliar.
“Angka ini membuktikan bahwa Pacu Jalur bukan hanya budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi daerah. Ia menggerakkan sektor UMKM, transportasi, kuliner, dan pariwisata serta membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Ade Yudistira Plt Kadis Pariwisat Riau.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Kuansing yang dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Inilah bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi motor utama pembangunan daerah jika dikelola dengan baik, profesional, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Peringatan HUT ke-26 Kabupaten Kuansing diharapkan menjadi cermin semangat membangun daerah secara berkelanjutan, dengan menjadikan nilai-nilai tradisional dan budaya sebagai akar kekuatan ekonomi rakyat.
“Pacu Jalur bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga investasi masa depan. Semakin banyak pergelaran, semakin besar pula dampaknya bagi ekonomi dan citra Riau sebagai destinasi budaya unggulan,” tutup Ade

