Medan. Kabarinvestigasi. Co. Id. Nama Muhammad Bobby Afif Nasution kini resmi tercatat dalam sejarah sebagai Gubernur Sumatera Utara ke-19. Menantu dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ini berhasil melakukan lompatan karier politik yang signifikan, bertransformasi dari seorang pengusaha muda menjadi pemimpin di salah satu provinsi strategis Indonesia.
Lahir di Medan pada 5 Juli 1991, Bobby merupakan putra bungsu dari mendiang Erwin Nasution, mantan Direktur Utama PTPN IV. Meski berdarah Batak Mandailing, masa kecilnya dihabiskan berpindah kota mengikuti tugas sang ayah, mulai dari Pontianak hingga Bandar Lampung, sebelum akhirnya meraih gelar sarjana dan magister agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Rekam Jejak Bisnis dan Real Estate
Sebelum terjun ke dunia politik, Bobby lebih dulu dikenal sebagai pemain di industri properti. Kariernya dimulai sejak tahun 2011 dengan merenovasi rumah tua untuk dijual kembali. Ketekunannya membawanya terlibat dalam proyek besar seperti Malioboro City di Yogyakarta.
Puncak karier bisnisnya tercatat pada tahun 2016 saat ia bergabung dengan Takke Group, sebuah perusahaan real estate ternama, di mana ia menjabat sebagai Direktur Pemasaran sekaligus pemegang saham. Tak hanya properti, kecintaannya pada olahraga juga sempat membawanya menjadi manajer klub sepak bola Medan Jaya pada tahun 2014.
Kiprah Politik: Gebrakan di Medan
Langkah politik Bobby dimulai pada Pilkada 2020. Diusung oleh PDI Perjuangan, ia berhasil memenangkan kursi Wali Kota Medan dengan raihan 54,5% suara, mengalahkan petahana Akhyar Nasution.
Selama menjabat sebagai Wali Kota, Bobby dikenal dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan progresif. Salah satu gebrakan yang paling diingat publik adalah saat ia memerintahkan penutupan pusat perbelanjaan besar (Centre Point) pada Mei 2024 akibat tunggakan pajak senilai Rp250 miliar. Ia juga menginisiasi transformasi fisik kota melalui berbagai proyek revitalisasi infrastruktur di Medan.
Dinamika Politik dan Estafet Kepemimpinan
Perjalanan politik Bobby tidak lepas dari dinamika besar. Pada November 2023, ia resmi keluar dari PDI-P setelah menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. Langkah ini kemudian membawanya berlabuh ke Partai Gerindra pada Mei 2024.
Dukungan politik yang kuat serta rekam jejaknya di Medan menjadi modal besar yang mengantarkannya memenangkan Pilkada Sumatera Utara 2024. Sejak dilantik pada tahun 2025, Bobby kini memfokuskan visinya pada pembangunan ekonomi regional dan pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Sumatera Utara. (Wikipedia)

