Kabarinvestigasi.co.id/Tarutung. Akhir-akhir ini keluhan pelanggan Perusahaan Umum Daerah ( Perumda) Mual Natio Tapanuli Utara (Taput) akibat kualitas air minum yang tidak layak dikonsumsi.
Kualitas air ke pelanggan Mual Natio kala musim hujan warnanya berubah kuning berlumpur belum lagi kondisi ini diperparah intensitas hujan belakangan semakin tinggi.

Keluhan lain menerpa pelanggan dimana airnya sama sekali mati dan tersendat memicu tudingan miring kepada Direktur Perumda Mual Natio.
Direktur Perumda Mual Natio David PPH Hutabarat saat dikonfirmasi seputar kondisi air minum yang dikeluhkan pelanggan menuturkan kondisi bencana alam dan longsor tahun lalu sangat berdampak signifikan.
Bencana alam tersebut memutuskan akses jalan Tarutung-Sibolga yang berdampak longsoran dan timbunan menghantam sumber air minum.
” Bencana alam kemarin sangat berdampak terhadap sarana prasarana air minum ke pelanggan ,” ujar David Hutabarat melalui seluler, Kamis (8/1/2026).
Selain itu juga kondisi prasarana air bersih (PSAB) sangat terdampak bahkan merugikan sekali dimana tanah yang longsor dan timbunan material menutup sumber air, intake, reservoar bahkan pipa transmisi patah dibeberapa titik.
” Sarpras terimbas cukup parah, ada yang tertimbun, bergeser bahkan hilang total diterpa banjir. Ini pemicu debit air jauh berkurang dari sebelumnya,” ujarnya.
Untuk mengatasinya, David PPH Hutabarat mengatakan pihaknya sudah melakukan treatment secara maksimal, namun karena IPA ( instalasi pengelolaan air ) sangat terbatas, hasilnya tidak seperti apa yang diharapkan.
Kata dia, tingginya curah hujan, akan berdampak sekali kepada buruknya kualitas air, secara khusus sumber air Simarsasar, Sioma dan sumber air yang ada di seputaran alan Sibolga.
Langkah konkrit ,oleh Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat telah mengirimkan surat tanggal 9 Desember lalu ke balai penataan bangunan , prasarana dan Kawasan Sumut Kementerian Pekerjaan Umum.
Saat ini diupayakan mencoba membangun kembali IPA baru serta sumber air yg terkena bencana kita switch. Dan progres pembangunan IPA tersebut sedang on the track,” katanya.
David mengatakan kurun waktu seminggu ini, Kementrian PU dan PT WIKA bekerja cepat melakukan survey dan kajian penting dalam pembangunan IPA dimaksud.
Selain itu Saringan Pasir Cepat (SPC ) terus diusulkan bupati bagi sumber-sumber air dari arah jalan Sibolga.
” Kita berharap bulan Maret pembangunan IPA sudah berjalan. Dan langkah ini juga diikuti dengan penambahan pipa-pipa wash out,” pungka David.
Terkait anggaran yang diproyeksikan untuk IPA diangka 30 an miliar, sedangkan untuk SPC kita usulkan sekitar 18 miliar.
Kalau untuk IPA sedang berjalan dan untuk SPC sedang disurvey untuk pematangannya. ” Upaya ini bisa menyahuti keluhan pelanggan akan kualitas air minum, harap David.
Dalam gambar, tim teknik Perumda Mual Natio saat memperbaiki sarpras yang terimbas akibat bencana alam dan hingga kini masih belum optimal distribusi air minum ke pelanggan.(udut)

