TEMBILAHAN – Aula Hotel Top 5 Tembilahan sore itu terasa berbeda. Tidak ada gaduh, tidak ada perdebatan sengit. Yang ada hanya suara hati yang bertemu, tawa kekeluargaan, dan satu tekad yang sama. Musyawarah Daerah ke-IV Persatuan Keluarga Daerah Piaman Kabupaten Indragiri Hilir berjalan dengan lancar, teduh, dan penuh kehangatan.
Sejak pagi, para perantau asal Piaman dari berbagai kecamatan di Inhil sudah berkumpul. Ada yang datang dari jauh, ada yang baru pulang kerja. Tapi semuanya punya tujuan satu: memilih nakhoda baru PKDP untuk lima tahun ke depan, periode 2026-2031.
Ruang sidang yang biasanya tegang oleh perbedaan pendapat, kali ini justru diwarnai kekompakan. Tidak ada gesekan sedikitpun. Tidak ada suara yang saling menjatuhkan. Yang terdengar hanya nama yang disebut bersama-sama, dengan keyakinan dan doa.
Dan nama itu jatuh pada satu orang. Diki Nofriadi. Secara aklamasi, seluruh peserta Musda sepakat mempercayakan amanah besar itu di pundaknya. Tepuk tangan menggema. Bukan karena kemenangan, tapi karena kebersamaan.
Saat dihubungi awak media, Diki Nofriadi terlihat haru. Suaranya bergetar menahan rasa tanggung jawab.
“Ucapan terimakasih yang tidak terhingga kami sampaikan kepada keluarga besar PKDP dalam memberikan amanah kepada saya. Insyaallah organisasi ini akan menjadi ujung tombak eratnya kekeluargaan di antara kita khususnya, dan daerah tempat kita tinggal pada umumnya,” ujarnya.
Bagi Diki, terpilih bukan soal jabatan. Ini tentang titipan. Titipan menjaga silaturahmi, menjaga nama baik, dan menjaga rumah besar bernama PKDP agar tetap hangat untuk siapa saja yang merantau di Inhil.
Diki yang juga menjabat sebagai Ketua Cabang Olahraga Persatuan Tembak Indonesia Inhil itu menitipkan pesan khusus. “PKDP Kabupaten Inhil harus bisa menjadi rumah bagi masyarakat manapun, khususnya yang ada di Indragiri Hilir. Perjalanan 5 tahun ke depan mari kita manfaatkan sebaik mungkin dalam upaya merangkul satu sama lain demi terwujudnya silaturahmi yang hebat,” tuturnya.
Lima tahun bukan waktu sebentar. Akan ada suka dan duka, akan ada tantangan. Tapi peserta Musda yakin, di bawah kepemimpinan Diki, PKDP akan semakin solid. Karena pondasi yang diletakkan hari ini adalah pondasi kebersamaan, bukan perpecahan.
Ketua panitia dan sesepuh PKDP yang hadir juga menyampaikan apresiasi. Mereka bangga melihat Musda kali ini berjalan tanpa friksi. “Ini bukti bahwa orang Piaman di Inhil sudah dewasa dalam berorganisasi. Kita utamakan mufakat, kita utamakan keluarga,” ucap salah seorang sesepuh.
Di luar aula, hujan ringan turun. Seolah ikut memberkati keputusan hari itu. Para peserta bersalaman, berpelukan, berfoto bersama. Tidak ada kubu, tidak ada lawan. Yang ada hanya keluarga besar yang kembali meneguhkan janji.
Dari Hotel Top 5 Tembilahan, pesan itu pulang bersama mereka ke rumah masing-masing. Bahwa PKDP bukan hanya paguyuban. PKDP adalah tempat pulang, tempat berbagi, tempat menjaga budaya dan adat, sambil mengabdi untuk daerah yang kini menjadi tempat mencari nafkah.
Dengan terpilihnya Diki Nofriadi, babak baru PKDP Inhil dimulai. Lima tahun ke depan, mari merajut, merangkul, dan merawat. Agar keluarga Piaman di Inhil tetap kuat, tetap kompak, dan tetap menjadi cahaya bagi Inhil yang kita cintai bersama. (*)

