Jambi. Kabarinvestigasi. Co. Id. Kisah hidup Dr. Al Haris, S.Sos., M.H., atau yang akrab disapa Wo Haris, adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan ketulusan mampu mendobrak batasan ekonomi. Lahir dari keluarga petani karet di Desa Sekancing, 23 November 1973, Al Haris kini berdiri sebagai Gubernur Jambi yang baru saja memulai masa jabatan keduanya pada Februari 2025.
Perjalanan kariernya bukanlah hamparan karpet merah. Ia adalah sosok yang merasakan pahit getir kehidupan sebelum akhirnya dipercaya memimpin jutaan rakyat Jambi.
Menapak dari Bawah: Berjuang di Kebun Karet dan Loper Koran
Masa kecil Al Haris penuh dengan perjuangan. Sebelum berangkat sekolah, ia terbiasa membantu ayahnya menyadap karet di kebun. Keterbatasan biaya sempat menjadi penghalang; ayahnya bahkan harus menjual sebidang tanah hanya untuk biaya pendaftaran SMA.
Demi membantu ekonomi keluarga dan membayar biaya sekolah di SMA Dharma Bhakti Bangko, Al Haris tak malu bekerja sebagai loper koran hingga menjadi montir di bengkel motor. Semangat pantang menyerahnya membawa ia diterima sebagai PNS Golongan I di RRI Jambi pada tahun 1992 sebagai operator studio.
Birokrat Teladan yang Haus Ilmu
Meski sibuk bekerja, Al Haris tidak pernah mengabaikan pendidikan. Dari seorang staf teknis, ia terus menimba ilmu hingga meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN pada tahun 2017.
Karier birokrasinya pun gemilang. Ia pernah dinobatkan sebagai Lurah Teladan se-Kota Jambi (2004-2005) saat menjabat di Kelurahan Selamat. Pengalaman birokrasinya yang matang, termasuk menjadi Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi, menjadi fondasi kuat saat ia memutuskan terjun ke dunia politik.
Dedikasi di Merangin: Inovasi “Pertisun”
Langkah politiknya dimulai dengan menjabat sebagai Bupati Merangin selama dua periode (2013–2021). Salah satu program paling fenomenal yang ia gagas adalah Pertisun (Perjalanan Tidur di Dusun). Lewat program ini, ia menginap di desa-desa terpencil untuk mendengar langsung aspirasi warga.
Inovasi ini membuahkan penghargaan Indonesia Visionary Leader pada tahun 2020 karena dinilai sukses memberdayakan masyarakat adat dan menyentuh akar rumput.
Memimpin Jambi: Kemenangan Telak dan Program Dumisake
Keberhasilan di Merangin membawanya ke kursi Gubernur Jambi. Bersama Abdullah Sani, ia memenangkan Pilgub 2020 dan kembali mengukir kemenangan gemilang pada Pilkada Serentak 2024. Dengan dukungan koalisi besar 14 partai politik, pasangan Haris-Sani meraup 61,01% suara, sebuah bukti kepercayaan tinggi dari masyarakat Jambi.
Di bawah kepemimpinannya, Jambi dikenal dengan program Dumisake (Dua Miliar Satu Kecamatan). Program unggulan ini fokus pada penguatan ekonomi desa, pertanian, dan perkebunan, yang kemudian mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi Satyalencana Wira Karya dari Presiden pada tahun 2023.
Sosok Datuk Mangkubumi yang Humanis
Tak hanya piawai dalam urusan pemerintahan, Al Haris juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi adat. Ia dianugerahi gelar Datuk Mangkubumi Setio Alam oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi.
Kehidupan pribadinya pun jauh dari kabar miring. Menikah dengan Hesnidar pada tahun 1995, pasangan ini dikaruniai tiga anak. Sosoknya yang rendah hati dan sering turun langsung ke lapangan membuatnya tetap menjadi “Wo Haris” bagi masyarakat—seorang abang sekaligus pemimpin yang mengayomi.
Kini, di periode keduanya yang dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, harapan besar tertumpu pada pundak Al Haris untuk membawa Provinsi Jambi semakin maju dan sejahtera melalui visi pembangunan yang berkelanjutan.
Sumber: Wikipedia

